Saat ini, energi surya semakin populer di tengah gaungan untuk berpindah ke energi bersih. Tak hanya populer di kalangan rumah tangga, tetapi juga di kalangan pelaku bisnis, sebagai solusi efisiensi biaya yang ramah lingkungan.
Ramainya tren PLTS juga tentunya tak luput dari berbedarnya mitos-mitos soal PLTS itu sendiri. Jika tidak dipelajari, mitos-mitos ini secara tidak langsung akan menghambat adopsi teknologi baru. Lalu, apa saja mitos yang beredar soal PLTS?
Mitos 1: PLTS Tidak Bekerja di Cuaca Mendung

Seperti yang kita tahu, PLTS memanfaatkan energi surya untuk memproduksi listrik. Konsep ini pasti seringkali membuat kita berpikir, apa yang terjadi jika cuaca mendung tidak ada matahari? Bukankah artinya tidak ada energi listrik yang bisa diproduksi?
Namun, fakta berbicara lain. Panel surya tetap mampu menghasilkan listrik di tengah cuaca mendung sekalipun. Meski tingkat efisiensinya menurun jika dibandingkan saat cuaca cerah, namun sistem PLTS tetap mampu bekerja dengan baik. Teknologi panel surya terbaru mampu menangkap cahaya difus, jadi bukan hanya sinar matahari langsung. Bahkan, di negara-negara Eropa seperti Jerman, energi surya tetap menjadi andalan meski cuacanya sering mendung. Dengan kata lain, di wilayah Indonesia yang mempunyai intensitas matahari tinggi, PLTS dapat berfungsi optimal.
Mitos 2: Biaya Pemasangan PLTS Terlalu Mahal
Anggapan pemasangan PLTS terlalu mahal bukanlah anggapan yang baru. Banyak pihak yang mengira PLTS bukanlah solusi yang lebih hemat karena biaya pemasangannya yang cukup tinggi.
Namun, faktanya, biaya investasi awal yang tinggi ini dapat turun dengan insentif dari pemerintah, sehingga investasi ini semakin terjangkau. Selain itu, jika bicara ROI atau Return of Investment, ROI dari pemasangan PLTS biasanya tercapai dalam 5-7 tahun, bahkan bisa jadi lebih cepat untuk sektor bisnis yang pemakaian listriknya lebih besar. Setelah periode ini, para pelaku bisnis bisa menikmati listrik dengan biaya yang jauh di bawah listrik konvensional selama hampir seumur hidup.
Mitos 3: Perawatan Panel Surya Mahal dan Rumit
Meski kelihatannya panel surya membutuhkan perawatan yang kompleks, faktanya, panel surya hampir tidak membutuhkan perawatan khusus. Perawatan panel surya cukup dilakukan demgan membersihkannya dari debu atau kotoran, itu pun hanya beberapa kali dalam satu tahun.
Panel surya juga tidak mempunyai komponen bergerak, sehingga risiko kerusakan secara mekanis cenderung sangat rendah. Memang ada komponen yang perlu diganti secara berkala, seperti komponen inverter pada panel surya sistem on-grid. Namun, penggantian ini bisa diprediksi dan dijadwalkan di waktu yang tepat, sehingga biaya yang dikeluarkan tetap efisien.
Mitos 4: PLTS Hanya Cocok Diterapkan untuk Rumah Tangga, Tidak Cocok untuk Bisnis
Faktanya, justru ada banyak sekali sektor komersial yang mampu meraup keuntungan besar dari pemasangan sistem PLTS. Sektor komersial ini di antaranya hotel, pusat perbelanjaan, hingga gedung perkantoran yang bisa menekan biaya operasional secara signfikan dengan beralih ke sistem PLTS, dibanding menggunakan listrik konvensional. Dengan sistem pengawasan yang tepat dan terarah, para pelaku bisnis dapan mengatur konsumsi energi listrik secara lebih efisien dan mendukung tercapainya green building.
Mitos 5: Sifat Energi Surya Tidak Stabil dan Tidak Bisa Diandalkan
Melihat energi matahari yang bersifat terbit tenggelam setiap harinya, mendatangkan persepsi bahwa energi surya tidak bisa menjadi pasokan energi listrik yang stabil, sehingga tidak bisa diandalkan sebagai sumber dari kebutuhan pasokan listrik.
Faktanya, sistem PLTS kini bisa dikombinasikan dengan pemasangan sistem penyimpanan atau battery storage, yang memungkinkan adanya penyimpanan energi listrik untuk pasokan yang lebih stabil, atau bisa juga disambungkan ke jaringan PLN (on-grid) sebagai cadangan. Sambungan ke jaringab PLN memungkinkan Anda untuk tetap bisa mendapatkan pasokan listrik dari PLN saat malam hari atau saat beban sedang tinggi. Dengan perencanaan dan pengawasan yang tepat, pasang PLTS rumah atau di kawasan industri sangat dapat diandalkan.
Mitos 6: PLTS Merusak Estetika Bangunan
Sebelumnya, desain atap surya memang tidak begitu memenuhi nilai estetika. Namun, saat ini desain dari panel surya dibuat semakin ramping dan estetis, bahkan bisa juga dibuat menyatu dengan desain arsitektur modern. Tak hanya bicara nilai estetika, keberadaan atap panel surya justru menambah nilai properti karena dianggap sebagai sebuah investasi jangka panjang, sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Hindari Kesalahan Umum dalam Memilih Sistem PLTS
Mitos-mitos sistem PLTS yang menunjukkan bahwa masih belum meratanya pengetahuan dasar tentang PLTS itu sendiri. Melihat hal ini, artinya kita perlu benar-benar mempelajari sistem PLTS sebelum memasangnya, untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.
Berikut adalah kesalahan-kesalahan umum saat pemasangan sistem PLTS:
- Tidak melakukan survei lokasi terlebih dahulu sebelum pemasangan, hal ini tentu berpotensi menimbulkan masalah, karena setiap bangunan di berbagai daerah memiliki potensi penyinaran sinar matahari yang berbeda-beda, bergantung pada ortientasi dan bayangan sekitar.
- Sembarangan memilih vendor penyedia jasa tanpa melihat latar belakang pengalaman dan sertifikasi yang mereka miliki. Hal ini dapat berdampak pada instalasi yang kurang optimal, bahkan di titik yang buruk dapat mendatangkan kerugian.
- Mengabaikan urusan perizinan dan sistem net metering PLN. Sebelum pemasangan PLTS, kita perlu terlebih dahulu menyelesaikan keperluan perizinan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan PLN, agar sistem terintegrasi dengan baik secara legal.
Mengadopsi energi surya sebagai sumber energi bersih bukan hanya keputusan ekonomis, melainkan juga sebuah langkah visioner menuju masa depan berkelanjutan. Sangat penting untuk memilih penyedia jasa PLTS terpercaya, agar tidak terperangkap dalam mitos dan kesalahan umum dalam instalasi PLTS.
Tertarik untuk pasang PLTS rumah atau komersial? Konsultasikan kebutuhan energi Anda dengan tim profesional kami. Dapatkan solusi PLTS yang legal, efisien, dan sesuai standar industri.